Ditulis Oleh : Vany Sinthya
Di sebuah lembah hijau yang tenang, hiduplah seekor anak kelinci bernama Tio. Tio adalah kelinci yang sangat teliti. Setiap sore, ia selalu merencanakan kegiatan esok hari dengan sangat rapi di atas selembar daun lebar menggunakan ranting kecil.
Suatu sore, Tio menulis, “Besok aku akan memetik buah beri merah di bukit, lalu bermain kejar-kejaran dengan Kiko si kura-kura.” Ia tidur dengan gembira membayangkan hari yang menyenangkan.
Namun, pagi tiba dengan langit kelabu. Hujan turun deras hingga tanah menjadi berlumpur. Tio duduk sedih di depan rumahnya.
“Rencanaku berantakan, Ibu. Hari ini tidak berjalan sesuai keinginanku,” keluh Tio.
Ibu Kelinci mengelus telinganya. “Sayang, tidak semua hal berjalan sesuai rencana. Coba lihat, hujan membuat tanaman tumbuh subur dan sungai menjadi segar.”
Tio melihat ke luar. Ia melihat cacing-cacing tanah muncul dan adiknya bermain di dekat genangan air. Tiba-tiba, ia mendapat ide.
Tio mengambil daun baru dan menulis, “Membuat perahu dari kulit kayu dan melukis bersama Ibu.”
Hari itu ternyata sangat menyenangkan. Tio menikmati suara hujan dan secangkir teh hangat bersama ibunya. Malamnya, Tio tersenyum. Ia belajar bahwa ketika rencana berubah, selalu ada hal indah yang bisa ditemukan. ***

